Nalar di Atas Segalanya: Menelusuri Jejak Intelektual Kaum Muktazilah

Deskripsi Singkat
Artikel ini membahas kaum Muktazilah sebagai mazhab teologi Islam yang menempatkan akal sebagai fondasi utama dalam memahami wahyu, keadilan Tuhan, kebebasan manusia, dan kehidupan sosial-politik. Muktazilah memandang kepemimpinan bukan sebagai mandat sakral, melainkan amanah sosial demi kemaslahatan, dengan penekanan pada integritas dan kapasitas, bukan garis keturunan. Melalui tokoh-tokohnya seperti Wasil bin ‘Atha’, Abu al-Hudhayl al-Allaf, dan al-Nazzam, Muktazilah menunjukkan keberanian intelektual dalam mengharmonikan iman dan rasio. Warisan mereka menegaskan bahwa dalam Islam, akal dan wahyu saling melengkapi, bukan saling bertentangan.

