SYURO: JALAN MUSYAWARAH YANG KITA RINDUKAN
Deskripsi Singkat
Artikel ini mengulas konsep syuro sebagai ruh musyawarah dalam tradisi Islam yang kini semakin kehilangan substansi di tengah politik dan kehidupan sosial modern. Dengan menelusuri praktik syuro sejak masa Nabi Muhammad SAW, Khulafaur Rasyidin, hingga pemikiran Al-Mawardi, tulisan ini menegaskan bahwa musyawarah bukan sekadar formalitas, melainkan mekanisme moral untuk menjaga keadilan, partisipasi publik, dan pengawasan terhadap kekuasaan. Di tengah dominasi elit dan polarisasi sosial di Indonesia, syuro ditawarkan sebagai jalan membangun budaya dialog yang jujur, inklusif, dan berorientasi pada kemaslahatan bersama.


