BENARKAH HIZBUT TAHRIR NEO-MUKTAZILAH? "Meninjau Kembali Tuduhan dalam Diskursus Teologi Islam"
Deskripsi Singkat
Penyematan istilah “Neo-Muktazilah” kepada Hizbut Tahrir (HT) sering muncul dalam perdebatan teologi Islam kontemporer, terutama karena pendekatan HT yang menempatkan akal sebagai fondasi dalam pembentukan akidah. Tulisan ini berupaya mengkaji kembali klaim tersebut dengan membandingkan pemikiran teologis Hizbut Tahrir dan Muktazilah pada aspek epistemologi, konsep kehendak manusia, kausalitas, serta arah gerakan. Melalui analisis konseptual-komparatif, artikel ini menunjukkan bahwa meskipun terdapat kesamaan dalam penegasan rasionalitas dan penggunaan dalil qath‘i, perbedaan keduanya terletak pada orientasi dan tujuan pemikiran. Hizbut Tahrir tidak berkembang sebagai mazhab teologi spekulatif, melainkan sebagai gerakan politik ideologis yang menjadikan rasionalitas sebagai instrumen perubahan sosial. Oleh karena itu, pelabelan “Neo-Muktazilah” terhadap Hizbut Tahrir tidak sepenuhnya akurat dan lebih bersifat polemis.


