Murji’ah: Diplomasi Iman di Tengah Badai Fitnah
Deskripsi Singkat
Aliran Murji’ah muncul sebagai respons teologis atas konflik politik dan praktik saling mengkafirkan pada masa awal Islam. Berangkat dari konsep irjā’ (penangguhan), Murji’ah memandang iman sebagai pengakuan hati dan lisan, sementara amal tidak menentukan rusaknya iman seseorang. Pelaku dosa besar tetap dianggap mukmin, dan urusan pahala serta siksa sepenuhnya diserahkan kepada keputusan Allah di akhirat. Dalam bidang politik, Murji’ah mengambil posisi moderat dengan menolak penghakiman iman terhadap pihak-pihak yang bertikai serta menekankan musyawarah dan keutamaan moral dalam kepemimpinan. Meskipun tidak lagi hadir sebagai sekte formal, warisan pemikiran Murji’ah tetap relevan dalam diskursus moderasi beragama (wasathiyah) untuk menjaga persatuan umat.


