Wahabisme dalam Lintasan Sejarah Islam Modern: Ideologi, Kekuasaan, dan Globalisasi

Deskripsi Singkat
Tulisan ini mengkaji Wahabisme sebagai gerakan pemurnian Islam yang lahir di Najd pada abad ke-18 melalui Muhammad bin Abdul Wahab, dengan penekanan kuat pada tauhid murni, penolakan bid‘ah, dan pendekatan skripturalis terhadap Al-Qur’an dan Sunnah. Gerakan ini tidak hanya bersifat teologis, tetapi juga berkembang menjadi kekuatan sosial-politik melalui aliansi dengan Dinasti Saud yang melahirkan negara Arab Saudi dan memungkinkan penyebaran Wahabisme secara global. Di Indonesia, pengaruhnya tampak sejak Gerakan Padri hingga Salafisme kontemporer yang menyebar melalui pendidikan dan dakwah, meskipun mendapat resistensi dari Islam moderat karena dianggap kaku dan kurang kontekstual.

